Jenis Paragraf Berdasarkan Letak Kalimat Utama, Fungsi, dan Isinya

Istimewa

Jenis Paragraf – Bila sering membaca, tentu kamu tidak asing dengan paragraf. Tak cukup sekadar tahu saja, kamu juga perlu slot server kamboja no 1 mengerti apa itu paragraf dan jenis-jenisnya agar lebih memudahkanmu memahami teks yang di baca.

Berikut pengertian paragraf dan jenis paragraf, di rangkum dari berbagai sumber.

Baca juga artikel lainnya di universitasterbaik.com

Pengertian Paragraf

Sebuah teks bacaan pasti terdiri atas beberapa slot bonus 100 persen paragraf yang di dalamnya tersusun oleh kalimat-kalimat. Ciri paragraf umumnya di tandai dengan penulisan yang menjorok ke dalam dan di mulai pada baris baru. Namun, maksud paragraf sebenarnya tidak sesederhana itu.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian paragraf adalah bagian bab dalam karangan yang biasanya mengandung satu ide pokok dan penulisannya di mulai dengan garis baru. Paragraf di sebut juga dengan alinea.

Di kutip dari buku Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia: Paragraf (2014), keberadaan paragraf berfungsi untuk memudahkan pengertian dan pemahaman pembaca dengan memisahkan satu topik dengan topik lainnya.

Sebab, setiap paragraf hanya boleh mengandung satu unit pikiran atau ide pokok. Maka dari itu, sebuah paragraf yang baik pasti terdiri atas gagasan pokok dan gagasan pendukung.

Ide atau gagasan pokok ini berfungsi sebagai pengendali informasi yang Di ungkapkan melalui beberapa kalimat.

Jenis-Jenis Paragraf

Secara umum slot gacor gampang menang, paragraf terbagi atas tiga jenis yaitu berdasarkan letak gagasan atau kalimat utama, fungsi, dan isi. Berikut penjelasannya.

1. Jenis paragraf berdasarkan letak kalimat utama

Jenis paragraf yang pertama adalah pengelompokan berdasarkan letak gagasan atau kalimat utamanya di dalam paragraf, yaitu paragraf deduktif, induktif, deduktif-induktif (campuran), dan ineratif.

a) Paragraf deduktif adalah paragraf yang letak gagasan atau kalimat utamanya terletak di awal paragraf dan di ikuti oleh kalimat-kalimat penjelas sebagai gagasan pendukung.

Contoh paragraf deduktif:

Brokoli termasuk sayuran dengan kandungan antioksidan tinggi, sehingga cara memasaknya harus benar supaya nutrisi di dalamnya tidak hllang. Sayuran hijau ini lebih tepat di masak dengan di rebus setengah matang. Kemudian tiriskan dan siram dengan air dingin agar tetap berwarna hijau cerah dan tak layu.

b) Paragraf induktif adalah paragraf yang letak gagasan utamanya terletak di akhir paragraf. Ciri-ciri paragraf induktif antara lain: 1) di awali dengan penyebutan peristiwa khusus yang berfungsi sebagai pendukung gagasan utama dan 2) menarik simpulan.

Contoh paragraf induktif:

Dari kelok pertama sampai kelok ke-44, kami menikmati panorama yang masih perawan. Sampai di tepi Danau Maninjau, terlihat hamparan air yang di kelilingi bukit-bukit menjulang. Tampak dari kejauhan nelayan dengan sampan tradisional mencari ikan di tengah danau. Meskipun serasa di tepi pantai, angin sejuk menyapa dengan lembut. Sungguh molek alam Minangkabau yang belum pernah terjamah tangan-tangan jahil itu.

c) Paragraf deduktif-induktif (campuran) adalah paragraf yang letak gagasan utamanya terletak di awal dan akhir paragraf. Meskipun muncul dua kali, bukan berarti gagasan utamanya ada dua. Melainkan sebagai bentuk penegasan gagasan utama.

Contoh paragraf deduktif-induktif:

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tingginya kolesterol merupakan faktor risiko utama yang menyebabkan penyakit jantung koroner. Hampir 80 persen penderita jantung koroner di sebabkan oleh kadar kolesterol tinggi dalam tubuh. Sebagian besar, penderita jantung koroner di sebabkan oleh kebiasaan makan makanan berkolesterol tinggi. Dengan demikian, kolesterol merupakan penyebab utama penyakit jantung koroner.

d. Paragraf ineratif adalah paragraf yang letak gagasan utamanya terletak di bagian tengah paragraf. Paragraf ini memiliki pola khusus-umum-khusus atau kalimat penjelas-kalimat utama-kalimat penjelas.

Kalimat penjelas ini berfungsi sebagai pengantar atau pembuka, sementara kalimat utama berada di tengah sebagai gagasan utamanya. Sedangkan kalimat penjelas di akhir berfungsi sebagai penegas informasi.

Contoh paragraf ineratif:

Gunung Sinabung di Sumatra Utara meletus. Belum reda bencana tersebut, gempa bumi melanda Cianjur, Jawa Barat. Selain itu, banjir terjadi di beberapa daerah, salah satunya ibu kota Jakarta. Indonesia memang sedang di timpa banyak musibah dan bencana. Bencana-bencana tersebut menelan korban, baik harta maupun jiwa. Padi di sawah-sawah yang siap panen menjadi gagal panen.

Kalimat “Indonesia memang sedang di timpa banyak musibah dan bencana” inilah yang merupakan kalimat utamanya.

2. Jenis paragraf berdasarkan fungsi

Sebuah gagasan dalam paragraf dapat Di ungkapkan dengan berbagai gaya bergantung pada tujuan atau fungsinya. Beda tujuan komunikasi, beda pula gaya pengungkapannya.

Misalnya, jika bacaan atau teks yang ingin di sampaikan bertujuan untuk meyakinkan orang lain, maka gaya pengungkapan yang paling sesuai menggunakan jenis paragraf argumentasi.

Nah, jenis paragraf berdasarkan fungsinya ini meliputi narasi, deskripsi, eksposisi, persuasif, dan argumentatif. Berikut penjelasannya.

a) Paragraf narasi adalah paragraf yang isinya menceritakan suatu peristiwa atau sebuah masalah, sehingga membuat pembaca menjadi terhibur atau terharu. Berdasarkan sifatnya, ada dua macam narasi yakni yang berupa fakta dan fiksi.

Ciri-ciri paragraf narasi ialah terdapat tokoh, waktu dan latar kejadian yang jelas, serta konflik. Selain itu, pada paragraf naratif juga memiliki alur atau jalan cerita yang akan di bawa.

b) Paragraf deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu keadaan atau suatu objek dengan sejelas-jelasnya sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, merasakan, atau mengalami peristiwa tersebut.

Pada paragraf deskriptif biasanya akan menggambarkan suatu benda, orang, makhluk, tempat, dan sebagainya dengan penggambaran yang jelas. Hasil penggambaran tersebut berasal dari indera (melihat, mendengar, meraba, atau merasakan).

Paragraf deskripsi mempunyai empat pola pengembangan, yaitu deskripsi spasial, deskripsi sudut pandang, deskripsi pengamatan (observasi), dan deskripsi fokus.

c) Paragraf eksposisi adalah paragraf yang bertujuan menerangkan suatu pokok persoalan yang dapat memperluas wawasan pembaca.

Paragraf eksposisi ini bersifat ilmiah atau nonfiksi. Sumber untuk penulisan paragraf eksposisi berasal dari hasil pengamatan, penelitian atau pengalaman.

Terdapat beberapa bentuk paragraf eksposisi, yaitu definisi, klasifikasi, proses, ilustrasi, berita, pertentangan, perbandingan, dan analisis.

d) Paragraf persuasif adalah paragraf ajakan yang isinya bertujuan untuk mempengaruhi atau membujuk pembaca agar tertarik dengan gagasan penulis.

Paragraf persuasif memiliki ciri yaitu berusaha meyakinkan seseorang atau pembaca serta membuat hati pembaca tergerak untuk melakukan apa yang di kehendaki penulis.

Contoh paragraf persuasif yang sering di temukan adalah propaganda yang di lakukan oleh lembaga atau organisasi. Selain itu, iklan juga sering menggunakan paragraf persuasif, mengingat tujuannya untuk mempromosikan produk dan menarik perhatian konsumen.

e) Paragraf argumentasi adalah paragraf yang bertujuan membuktikan pendapat penulis agar pembaca menerima pendapatnya. Dasar tulisan argumentasi adalah berpikir kritis dan logis berdasarkan fakta yang dapat di pertanggungjawabkan.

Jenis paragraf ini juga harus di jauhkan dari emosi dan unsur subjektif. Jenis paragraf ini memiliki tiga pola, yaitu pola analogi, pola generalisasi, dan pola hubungan sebab akibat.

3. Jenis paragraf berdasarkan urutan isi

Suatu karangan terdiri atas tiga bagian, yaitu paragraf pembuka, isi, dan penutup. Ketiga hal tersebut itu merupakan struktur yang tak terpisahkan dan terjalin satu sama lain.

a) Paragraf pembuka adalah paragraf yang terdapat pada awal karangan yang berfungsi memancing rasa keingintahuan pembaca terhadap isi teks atau bacaan secara keseluruhan.

b) Paragraf isi adalah paragraf inti yang berisi bagian-bagian pokok dalam suatu karangan. Pada paragraf isi inilah inti pokok pikiran di tuangkan. Jumlah paragraf isi sangat bervariasi tergantung luas-sempitnya informasi yang ingin di sampaikan.

c) Paragraf penutup adalah paragraf yang berisi simpulan dari pokok pikiran dalam paragraf isi. Selain menyajikan simpulan, paragraf penutur bisa di kemukakan dalam bentuk saran, harapan, ringkasan, atau penekanan kembali hal-hal penting dalam bacaan.

Itulah berbagai jenis paragraf yang bisa kamu pelajari. Semoga bermanfaat!